Gereja Kristen Nafiri Sion Agape

20Sep/11Off

Kamulah Imamat yang Rajani

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:  kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan (1 Pet 2:9-10).

 

Sebagai orang Kristen bagaimana kita bisa menjadi maksimal? Dalam kerajaan Tuhan, saudara memiliki tempat, tujuan, peran dan fungsi untuk dipenuhi. Hal ini memberikan hidup saudara nilai dan arti yang luar biasa. Saudara harus menjadi imamat yang rajani. Kebenarannya adalah bahwa dengan menjadi umat Allah yang telah ditebus, maka saudara dilayakkan untuk melayani Tuhan. Tugas ini bukan hanya menjadi tugas seorang hamba Tuhan saja, seperti pendeta, penginjil, nabi saja, tetapi sudah menjadi tugas kita semua umat Allah yang disebut sebagai imamat yang rajani. Terlibatlah di dalam kegerakkan yang Allah sedang kerjakan di dalam gereja-Nya. Kita melayani oleh karena sukacita dan rasa syukur yang mendalam atas apa yang Tuhan sudah lakukan bagi kita. Kita berutang pada-Nya atas hidup kita. Pada waktu saudara ditebus oleh darah Yesus dengan dibawa keluar dari masa lalu yang kelam dan gelap untuk masuk di dalam terang Kerajaan Allah, maka sebenarnya saudara sedang dikembalikan kepada konsep penciptaan pada mulanya, yaitu diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1:26). Tuhan pasti memperlengkapi saudara dengan kuasa untuk melakukan pekerjaan besar bagi Tuhan.

Umat Tuhan yang setiap minggu datang ke gereja hanya untuk beribadah saja tidaklah maksimal dalam bertumbuh secara rohani. Dengan terlibat di dalam pelayanan maka saudara akan dibentuk, ditempa untuk menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Inilah konsep awal penciptaan. Dengan terlibat maka saudara akan mempunyai kesempatan bagaimana memilih untuk tetap sabar dan ramah saat ada orang yang meremehkan dan merendahkan engkau. Saudara dapat belajar bagaimana mengampuni saat orang lain menyakitimu atau berlaku tidak adil. Saudara dapat belajar untuk menerima orang lain apa adanya tanpa menipulasi untuk kepentingan diri sendiri. Saudara dapat memperoleh kesempatan untuk mendoakan orang yang sakit dan melihat kuasa mukjizat-Nya yang dinyatakan melalui diri saudara. Pelayanan imamat yang rajani akan membentuk kehidupan saudara menjadi serupa dengan Kristus. Kebenarannya adalah “Saudara tidak diselamatkan oleh pelayanan atau perbuatan baik yang saudara lakukan, tetapi saudara diselamatkan untuk pelayanan.”

Pembangunan tubuh Kristus adalah sebenarnya menjadi tugas kita semua orang percaya, bukan organisasi gereja. Gereja berperan untuk memuridkan dan memberikan bekal sebelum umat Tuhan terjun dalam pelayanan. Saudara perlu mengerti bagaimana melayani dengan pengertian yang benar sehingga motifasi yang muncul pun benar. Dengan mengerti kebenaran maka saudara akan terhindarkan dari motifasi yang salah. Jangan ke gereja hanya untuk mendapatkan berkat. Memang Tuhan adalah sumber berkat, tetapi kalau saudara mengejar berkatnya, bukan sumbernya, maka itu adalah motifasi yang salah. Kalau saudara diberkati maka engkau tidak boleh memakai berkat Tuhan hanya untuk memuaskan keinginan sendiri, tetapi berkat itu hendaknya dipakai untuk maksud dan kehendak Tuhan.

Rencana Tuhan itu besar untuk kehidupan saudara. Oleh karena itu setan tidak tinggal diam. Sejak awal penciptaan setan bekerja keras untuk menjatuhkan manusia dari posisinya yang sebenarnya. Setan berhasil menggoda manusia pertama melalui keinginan sehingga diusir dari Taman Eden. Hal ini pula yang dipakai setan untuk orang percaya pada akhir jaman ini. Begitu banyak godaan dan tawaran yang diberikan oleh dunia untuk menjerat orang percaya kepada kehidupan yang hanya mementingkan diri sendiri. Kta sering melihat dan mendengar bagaimana perbuatan-perbuatan yang dulunya memalukan saat ini dianggap wajar dan biasa saja. Kasus perceraian, pernikahan homoseksual, seks sebelum menikah sekarang dianggap sebagai hal yang biasa dan dijadikan gaya hidup. Dunia sedang digiring kepada distorsi yang parah terhadap nilai-nilai moral dan kebenaran. Hari-hari ini begitu banyak kemurtadan yang harus kita hadapi. Berhati-hatilah dan berjaga-jagalah selalu sebab lawanmu si Iblis seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1 Pet 5:8). Di Indonesia ini mengherankan melihat kenyataan bagaimana film-film setan begitu laku keras ditonton. Parahnya ada orang Kristen yang mau menontonnya. Mendengar judulnya saja sudah menghilangkan damai sejahtera. Hati-hati sebab film seperti itu dapat menggerogoti imanmu. Saudara bisa digiring kepada pengertian yang salah yaitu bahwa kuasa setan itu lebih besar dari kuasa Allah. Kalau saudara takut maka saudara sedang berada dalam keadaan tidak mempercayai Tuhan. Sesungguhnya saudara harus yakin bahwa Roh yang ada dalam diri saudara itu jauh lebih besar dari segala sesuatu yang adala di dalam dunia ini.

Agar kehidupan rohani saudara dapat bertumbuh baik, maka saudara perlu untuk masuk dan terlibat di dalam komunitas yang ada dalam gereja saudara. Dalam komunitas saudara memiliki kesempatan untuk digembalakan dan dilayani dengan lebih baik.  Dalam komunitas saudara dapat belajar bagaimana kuasa Tuhan bekerja melalui kesepakatan. Firman Tuhan mengatakan “Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, disitu Aku ada di tengah-tengah mereka (Mat 18:20).” Melalui komunitas saudara dapat mengalami pertumbuhan rohani yang sehat dan belajar bagaimana firman Tuhan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai gaya hidup Kristen yang sejati. Saat saudara lemah, komunitas menjadi wadah yang menguatkan dan membangun iman. Saudara juga dapat belajar untuk melayani dan berbuah, yaitu menjadi imamat yang rajani. Rasul Yohanes mengajarkan bahwa pelayanan kasih kita kepada orang lain menunjukkan bahwa kita benar-benar diselamatkan. Dia berkata “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut (1 Yoh 3:14). Jika saudara tidak memiliki kasih untuk orang lain, tidak ada keinginan untuk melayani orang lain, dan hanya peduli tentang kebutuhan saudara sendiri, maka saudara perlu mempertanyakan apakah Kristus benar-benar ada dalam hidup saudara.

Kita perlu fokus pada rencana Tuhan dalam hidup kita. Kekristenan itu sebenarnya sederhana. Dengarlah firman Kristus, tanggap maksud Tuhan buat hidup saudara dan lakukan. Dengan konsep seperti ini maka saudara akan melihat kuasa dan perbuatan Tuhan yang ajaib terjadi dalam kehidupan saudara.

Seringkali kita ini menjadi ragu-ragu oleh karena keadaan sekitar yang menimbulkan kekuatiran dan ketakutan. Dalam Matius 14:29, mengapa Petrus dapat berjalan di air? Karena Petrus menerima perkataan Tuhan dan melakukannya. Perkataan Tuhan itu penuh kuasa dan kita perlu percaya dengan segenap hati untuk melakukannya. Pada saat Petrus merasakan tiupan angin maka timbulah perasaan takut dalam hatinya. Imannya mulai goyah dan akibatnya dia mulai tenggelam. Tuhan ingin memakai saudara untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang disertai oleh kuasa. Waktu engkau percaya barulah kuasa itu ada dalam hidup saudara. Janganlah percaya atau berharap kepada manusia, tapi saudara harus mendapatkan firman Tuhan yang berbicara secara spesifik untuk saudara dan mempercayainya maka saudara bisa melihat mukjizat Tuhan yang melebihi dari apa yang saudara pikirkan atau doakan.

Agar kita dapat lebih mengerti bagaimana kita harus fokus terhadap maksud Tuhan lebih dari keadaan sekitar marilah kita belajar dari mukjizat dengan 5 roti dan 2 ikan dalam Yohanes 6. Tuhan bertanya kepada Filipus “Dimanakah kita akan membeli roti supaya mereka ini dapat makan?” Jawaban Filipus tidak nyambung dengan pertanyaan Yesus karena Filipus lebih fokus kepada keadaan yang tengah dihadapinya daripada perkataan Tuhan. Jawab Filipus “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Pernyataan ini membatasi kuasa Tuhan. Seberapa sering kita melakukan tindakan yang serupa dalam keadaan sekitar kita yang sulit dan seperti tidak ada jalan keluar? Kalau Tuhan sudah berbicara, kepada Filipus pada saat itu atau kepada saudara pada saat ini, Tuhan pasti sudah menyiapkan sesuatu hal yang diluar jangkauan pikiran manusia. Mukjizat terjadi saat keadaan kritis dan ekstrem luar biasa. Filipus hanya berpikir uang dua ratus dinar yang sangat terbatas. Tuhan tahu apa yang hendak dilakukannya tapi Tuhan mau menguji hati murid-muridnya apakah mereka memiliki belas kasihan terhadap orang banyak itu? Apa yang Tuhan perintahkan sering sulit kita mengerti. Janganlah berusaha untuk mengerti. Tugas kita adalah percaya kepada perkataan Tuhan, maka mukjizat Tuhan akan terjadi dalam kehidupan kita dan barulah kita akan mengerti. Kalau Tuhan memberkati itu tidak tanggung-tanggung. Lima ribu orang laki-laki makan sampai kenyang dan masih ada sisa 12 bakul. Bukankah hal itu jauh lebih besar dari apa yang kita pikirkan atau perkirakan?

Firman Tuhan mengatakan “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan (Yes 32:15).” Roh Kudus lah yang akan mengubahkan kehidupanmu dengan kuasa. Roh Kudus akan memampukan apa yang saudara tidak bisa menjadi bisa, apa yang mustahil menjadi mungkin. Kuasa yang hilang di Taman Eden sudah dikembalikan melalui karya salib. Bagian kita adalah mencari kebenaran, bukan keadilan, lalu percaya. Karena dimana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Waktu engkau sebagai orang percaya melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dengan penuh kuasa maka engkau akan disebut sebagai imamat yang rajani.

Filed under: Kotbah Comments Off